.
 |
| Sumber : pixabay.com / Pete Linforth |
Penggunaan internet yang terus meningkat tiap waktunya, merupakan indikator perkembangan dunia digital saat ini. Jumlah dan jenis media sosial bertambah dari tahun ke tahun di sejumlah negara. Pengguna dari media sosial dan internet ini pun beragam. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga usia lanjut mampu menggunakan internet dalam melakukan aktivitasnya.
Beragamnya khalangan pengguna, menyebabkan beragam pula kewaspadaan pengguna terhadap keamanan sistem dan privasi di dunia digital. Pengguna anak-anak dan usia lanjut pada umumnya kurang waspada dan berhati - hati dalam penggunaan media digital. Hal ini mengakibatkan rawan dan menjadi peluang para pelaku kejahatan di dunia internet beraksi.
Munculnya kejahatan di dunia maya atau sering kita kenal dengan istilah cybercrime menjadi kekhawatiran pengguna dalam beraktivitas secara daring. Adanya keinginan pribadi, seperti kepuasan pribadi, kepentingan politik, ekonomi, dan lain-lain menjadi motivasi pelaku cybercrime .
 |
Sumber: pixabay.com / Gerd Altmann
|
Perbedaan Hacking dan Cracking
Dalam dunia maya terdapat dua istilah yaitu hacking dan cracking. Lalu apa perbedaanya?
1. Hacking
Kata Hacking sering sekali kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kata ini sering disalah artikan dan cenderung dipandang berupa hal yang buruk. Sebenarnya, hacking merupakan kegiatan untuk mengatahui bagaimana sistem bekerja, bagaimana sistem dirancang, dan mencoba untuk bermain dengan sistem tersebut. Kegiatan hacking dapat merusak dan memanipulasi data, namun tidak merugikan orang lain. Hacker dapat memberikan manfaat yaitu untuk mengecek, mencari celah sistem, dan menembus untuk mengetahui kecacatan pada sistem. Kemudian informasi tersebut akan diberi tahu pemilik sistem untuk meningkatkan keamanan situsnya agar tidak diretas oleh orang yang tidak berkepentingan. Sehingga hacker memiliki tujuan yaitu mengecek dan menguji aman atau tidaknya suatu sistem agar dapat ditingkatkan lagi keamanannya.
2. Cracking
Kata cracking mungkin lebih asing terdengar dibandingkan hacking. Cracking merupakan kegiatan untuk menembus, memanipulasi, dan merusak sistem data dengan tujuan keuntungan pribadi dan merugikan orang lain. Cracker (orang yang melakukan cracking) akan meretas suatu sistem tanpa bertanggung jawab kepada pemilik situs atas perbuatannya.
Jadi, kegiatan cracking dan hacking merupakan kegiatan yang hampir sama, namun dengan tujuan yang berbeda. Hacking memiliki tujuan yang lebih positif, yaitu untuk memeriksa keamanan suatu sistem dan melaporkan kepada pemilik situs. Sedangkan, cracking memiliki tujuan negatif yaitu, menembus suatu sistem untuk merugikan orang lain dan memperoleh keuntungan pribadi.
Jenis-Jenis Cybercrime
Di era saat ini, sudah terdapat banyak sekali jenis cybercrime di dunia maya yang tentu merugikan orang lain. Berikut beberapa jenis cybercrime yang ada:
- Carding (penipuan kartu kredit)
- Hijacking (pembajakan cookie)
- Cracking (peretasan dengan merugikan pemiliki situs demi keuntungan pribadi)
- Deface (peretasan dengan merusak dan mengubah tampilan situs)
- Penyebaran virus
- Ujaran kebencian
Dan masih banyak lagi kegiatan cybercrime yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.
Ujaran Kebencian
Ujaran kebencian merupakan perkataan, perilakun tulisan, ataupun pertunjukan yang dilarang karena mampu memicu terjadinya perselisihan dan prasangka baik baik dari pelaku maupun orang lain.
 |
| Sumber : istockphoto.com |
Berikut terdapat tujuh bentuk ujaran kebencian yang dikeluarkan oleh Kapolri
- Penghinaan
- Pencemaran nama baik
- Penistaan
- Perbuatan tidak menyenangkan
- Memprovokasi
- Menghasut
- Menyebarkan berita bohong
Selama ini kita sering sekali mendengar berbagai bentuk ujaran kebencian di media sosial. Salah satu bentuk yang sering dipercaya oleh masyarakat yaitu berita bohong atau sering kita kenal dengan istilah hoax. Berbagai hoax tersebar di masyarakat baik di berbagai bidang. Salah satu contohnya pada saat pandemi ini kita sering mendengar berita mengenai vaksin dan Covid-19. Namun tidak sedikit juga terdapat berita yang tidak jelas kebenarannya yang membawa-bawa perihal vaksin dan Covid-19 yang tentu membuat masyarakat menjadi salah paham dan berprasangka buruk. Maka dari itu salah satu cara yang kita dapat lakukan yaitu agar tidak langsung menyebar informasi yang belum tentu benar dan mengeceknya terlebih dahulu di sumber berita lain yang terpercaya. Selain itu para generasi muda sepeti kita juga bisa membimbing para orang tua agar lebih waspada mengenai berita yang tersebar. Sehingga untuk kelanjutannya tidak ada yang dirugikan akibat berita bohong ini.
Tips Menghindari Cybercrime
Masih banyak lagi bentuk-bentuk cybercrime yang ada di media sosial. Namun bagaimana cara kita selaku pengguna untuk mencegah hal-hal buruk yang terjadi di dunia maya.
Berikut beberapa tips untuk anda
1. Jangan menggunakan aplikasi bajakan.
Penggunaan aplikasi bajakan biasanya sudah tertanam malware atau virus yang membahayakan perangkat anda. Maka dari itu anda bisa mengunduh pada tempat resmi seperti Playstore, Appstore atau pada web resmi yang tersedia, sehingga lebih aman dalam menggunakannya.
2. Abaikan tautan, iklan, dan informasi yang mencurigakan
Pengguna media sosial ataupun internet biasanya sering melihat iklan dan pop-up asing yang mengharapkan kita untuk menekannya. Kita selaku pengguna diharapkan berhati-hati dan tidak sembarang menekan tombol tersebut, bisa saja yang kita tekan merupakan tautan virus atau hal yang tidak layak lainnya. Sebaiknya jika anda ragu cari informasi terkait dari berbagai sumber untuk mengetahui kebenarannya.
3.Jangan mengumbar data pribadi secara sembarangan.
Pengguna internet diharapkan menjaga data pribadi mereka dengan sebaik-baiknya. Jangan mengumbar informasi yang berharga di media sosial secara cuma-cuma, tatap waspada karena bisa saja data informasi yang kita sebarkan bisa disalah gunakan. Maka dari itu yakini terlebih dahulu apa media yang kita gunakan aman dan pantas untuk meng-upload informasi tertentu disana.
4. Gunakan aplikasi pembersih virus
Pengguna media sosial sebaiknya memiliki aplikasi anti virus. Sebaiknya perangkat dibersihkan secara berkala agar lebih aman dan terbebas dari malware berbahaya.
5. Gunakan password yang kuat
Password atau kata sandi merupakan hal penting yang perlu dijaga, tak tutup kemungkinan juga sandi dapat diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil alih akun. Cara yang dapat digunakan yaitu dengan memperkuat sandi anda. Anda bisa mengombinasikan angka dan huruf dalam membuat sandi dan pastikan sandi anda sulit ditebak oleh orang lain. Selain itu dalam melakukan login akun pastikan menggunakan verifikasi dua langkah untuk meningkatkan keamanan akun.
Itu tadi ulasan saya mengenai cybercrime atau kejahatan dunia maya. Semoga dengan membaca ini anda lebih waspada dalam menggunakan media sosial dimanapun dan kapanpun, sehingga dapat mengurangi tingkat kejahatan yang ada. Dengan menggunakan internet kita juga diharapkan mengedepankan moral dalam penggunaannya. Sekian dan terimakasih
Bukti kehadiran saya:
Komentar
Posting Komentar